2009
03.12

Gunung Papandayan dengan ketinggian 2622 meter diatas permukaan laut terletak di kecamatan cisurupan, kabupaten garut, jawa barat, kurang lebih 70 km ke arah tenggara dari bandung. gunung ini terakhir meletus pada bulan november 2002. gunung papandayan ini lah yang menjadi tujuan jalan – jalan saya bersama dengan teman2 dari kantor dan akan saya coba tuliskan catatan perjalanannya sehingga bisa menjadi sumber informasi apabila ada yang mau berkunjung ke papandayan.

papandayan

papandayan

Hari ke 1, Sabtu 7 Maret 2009

#15.30 : persiapan & repacking di kantor

Sambil menunggu temen2 lain kumpul, kami mengecek persiapan perlengkapan dari tenda, logistik, dan yang lainnya untuk dikumpulkan dan dipacking ulang supaya lebih ringkas dalam membawanya, tapi usaha ini kurang berhasil karena carrier yang besar hanya 1 yang saya bawa dengan ukuran 65 liter dan hanya cukup untuk membawa 2 tenda, 1 sleeping bag, nesting, kompor, dan baju saya. sedangkan untuk jaket terpaksa di sebar2 ke tas2 yang lain.

#16.00 – 16.30 : perjalanan dari kantor ke UKI

setelah semuanya selesai maka kami berlima mulai berangkat menuju UKI dengan menggunakan bis 57 (biaya per orang Rp 1000). perjalanan dari kantor menuju UKI tidak lah jauh, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit tetapi kami masih harus menunggu teman2 yang lain yang belum datang.

#18.30 : start from UKI

setelah semua peserta berkumpul dan tak lupa berdoa kami mulai mencari bis untuk membawa kami ke Terminal Garut. bis pertama Karunia Bakti yang kami berhentikan ternyata menolak membawa kami karena sudah penuhnya penumpang dalam bis dan banyaknya barang yang kami bawa…(apa mungkin takut kita ga bayar yah….hehehe :) ), bis kedua Prima Jasa pun lewat juga, bis ketiga Prima Jasa pun cuek aja, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan mendekati tempat dimana bis berputar dengan harapan bisa naik pada waktu bis berjalan lambat dan cara ini berhasil bis Kurnia Bakti non AC pun kami naiki tetapi tetap dengan penumpang yang berjubel sehingga hanya inge, rini, dan astra yang mendapatkan tempat duduk, sedangkan kami yang cowok harus puas bediri. biaya yang dibutuhkan Rp 33.000

#22.00 : keluar dari Tol Cikampek

Awalnya kami mengira perjalanan tidaklah terlalu lama, perkiraan kami sekitar 3 – 4 jam tetapi ternyata dugaan kami salah, kami lupa bahwa minggu ini merupakan long weekend. dibutuhkan waktu 3,5 jam perjalanan hanya untuk menempuh UKI – Cikampek yang biasanya hanya 1-2 jam perjalanan(baca:detik), kaki kami terasa kaku karena lamanya kami bediri ditambah lagi dengan panasnya bis tanpa AC, tambah lagi asap rokok, bau badan, dll pokonya komplit plit plit…dalam perjalanan kami di Tol cikampek kami melihat bis Prima Jasa yang tadi kami akan tumpangi terguling di pinggir jalan(baca:detik), dalam hati kami bersyukur ternyata kami masih diberikan kemudahan dalam perjalanan ini….thx GOD. pada jam 22.00 bis kami keluar dari tol cikampek dan kemudian menuju ke padalarang, dan di daerah padalarang ini kami baru bisa mendapatkan tempat duduk.

#00.30 : Sampai di Terminal Garut

Setelah perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya kami sampai di terminal garut pada pukul 00.30 malam dimana keadaan di terminal sudah lengan tanpa ada bis lagi yang beroperasi. setalah turun kami mengisi perut kami dengan membeli makan di warung sekitaran terminal yang masih buka sambil memikirkan cara untuk perjalanan selanjutnya menuju base camp gunung papandayan yang terletak di cisurupan.

#01.45 – 03.30 : Terminal Garut to Papandayan Basecamp

Setelah kami mengisi perut, beristirahat sejenak dan menunaikan sholat bagi yang beragama muslim, mas umboro dan indra mencoba mencari mobil2 kecil yang bisa dicarter untuk membawa kami ke basecamp, dan ternyata ada satu bapak yang bersedia mengantarkan kami ke basecamp papandayan, setelah tawar menawar antara indra dan sang supir dengan bahasa sunda yang seakan bahasa planet bagi kami (yang saya tau cuman “mangga, kadiek, didiek, kaluhur”…:) ) akhirnya disepakati di tarif Rp 215.000 untuk mengantar kami 10  orang untuk sampai ke basecamp papandayan, perinciannya Rp 200.000 untuk carter mobilnya sedangkan Rp 15.000 untuk pajak ojek2 yang ada di cisurupan, karena angkot / mobil2 dari terminal dibatasin cuman sampai gerbang cisurupan selebihnya adalah jatah tukang ojeg / mobil pick up yang khusus mengantar dari gerbang cisurupan menuju basecamp papandayan.

Perjalanan dari terminal garut ke basecamp papandayan memakan waktu kurang lebih 1.30 jam, dan setelah masuk di kecamatan cisurupan medan cukup menantang dengan banyaknya tanjakan dan tikungan dengan ditambah lagi tidak adanya penerangan di kanan kiri jalan alias gelap gulita, pandangan mata cuman bisa 5 meter kedepan menggunakan sorot lampu mobil.

Waktu menunjukkan pukul 03.30 dan warung2 yang ada disekitar basecamp belum pada buka, kami memutuskan untuk membuka tenda agar dapat tidur sejenak sehingga kesokan hari bisa fit dalam melakukan tracking. kami bertemu dengan rombongan dari lebak bulus yang berencana untuk naik ke papandayan juga. karena lamanya perjalanan yang kami tempuh, tak lama setelah 2 tenda berdiri kami pun mulai masuk ke tenda kami masing2 untuk beristirahat.

Hari ke 2, Minggu 8 Maret 2009

#08.20 – 11.30 : Start Tracking basecamp – pondok selada

Pagi hari kami disambut dengan keindahan papandayan di pagi hari yang cukup menawan, temen2 kami yang cewek mulai mempersiapkan masakan. setelah puas berfoto2 ria di basecamp kami mulai pendakian sekitar pukul 08.30 tak lupa sebelum pendakian kami berdoa untuk memohon keselamatan dalam pendakian kali ini.

Tak jauh dari basecamp, sekitar 500 m kami memasuki bukit2 yang penuh dengan bebatuan sisa2 letusan 2002, dan ditengah2nya banyak kawah2 belerang yang masih aktif yang mengeluarkan asap cukup banyak, bau belerang pun menyengat hidung jadi disarankan membawa masker. kamipun tak berani berlama – lama disini karena dikhawatirkan menghirup udara2 beracun dari belerang. perjalanan di bukit2 batu ini cukup menghabiskan energi jaraknya lumayan dimana kita harus mengatur pernafasan kita supaya tidak terlalu lama menghirup belerang.

setelah keluar dari bukit batu kita akan menemui jalanan setapa dimana masih terdapat tumbuhan2 hijau, disini kami melihat jalur yang terputus karena longsornya tebing, akhirnya kami mengambil jalan memutar. tak sia2 kami mengambil jalan memutar karena kami menemui sungai yang kecil yang cukup jernih dan ada air terjun kecil yang cukup bagus dijadikan spot foto. bicara masalah foto, hampir semua temen2 yang ikut dalam pendakian kali ini adalah banci foto, jadi setiap kita bertemu dengan spot yang bagus maka kami pun bakal berlama2 ditempat itu untuk menyalurkan hobi kami yang lain yaitu menarsiskan diri :P

puas berfoto2 ria di sungai, kami melanjutkan perjalanan, dan langsung disambut track naik yang terjal yang membuat kami lebih berhati2 melangkah. track  terjal ini sebenarnya tidak panjang tetapi menyita tenaga kami maka setelah diatas kami beristirahat sebentar dan kemudian melanjutkan perjalanan. setelah berjalan 10 menit kami bertemu dengan sesama pendaki yang sedang beristirahat di bekas pondok yang sudah tidak dipakai. patokan untuk menuju pondok selada adalah pondok diatas, kalau kita lurus maka kita akan ke arah pulang melalui kebun teh, pandeglang. untuk ke pondok selada kita harus mengambil arah ke kiri melalui jalan setapak yang sempit dan bagi yang masih pertama kali kesini, jalan ini tidak terlihat dengan jelas. akhirnya setelah kurang lebih 2 jam perjalanan kami sampai di pondok selada, dan disana sudah ada beberapa tenda dari temen2 pendaki lain yang sudah berdiri. kami pun mencoba mencari tempat yang tepat untuk mendirikan tenda dengan mempertimbangkan bukan jalur air hujan, datar, bisa melindungi dari angin. karena kabut sudah mulai turun, dan cuaca kurang bersahabat maka kami pun cepat2 mendirikan tenda. tak lama setelah tenda berdiri, hujan pun turun, kami berusaha untuk menghangatkan diri di tenda kami masing2 sambil menunggu hujan berhenti. sore harinya setelah hujan berhenti, kami mulai memasak untuk mengisi perut kami yang mulai keroncongan. perjalanan untuk puncak papandayan terpaksa kami batalkan karena cuaca yang kurang bersahabat dan mempertimbangkan teman2 kami yang cewek yang baru pertama kali merasakan suasana gunung.

elang

elang

malam harinya cuaca cukup dingin, sekitar jam 9 malam hujan turun cukup deras membuat tenda kami berembun dan menetes dimana2, jam 10 malam kami mulai masuk ke tenda untuk beristirahat karena tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan. salah seorang teman kami menggigil kedinginan, seluruh badan bergetar, dalam kondisi seperti ini kami berusaha menghangatkan dengan memberikan jaket yang berlapis, kupluk / tutup kepala, kaos kaki, akhirnya tak lama badannya sudah mulai stabil.

Hari ke 2, Senin 9 Maret 2009

#09.30 – 12.00 : Tracking turun

tak ada kegiatan spesialdi hari ketiga, kami hanya menikmati indahnya alam gunung papandayan dengan berfoto2, mencoba mencari keberadaan elang tetapi tidak ketemu. setelah puas menikmati sunrise, membereskan tenda, kami berkemas untuk pulang. kurang lebih pukul 09.30 kami pun turun melalui jalan berangkat, sebenarnya kami mau mencoba untuk pulang melalui pandeglang tetapi informasi yang kita terima dari sesama pendaki disitu adalah kalau melewati pandeglang susah untuk mencari kendaraan umum setelah melalui kebun teh. waktu tempuh perjalanan pulang pun kurang lebih sama dan sekitar pukul 12 siang kita sampai di basecamp papandayan. kemudian kami melanjutkan perjalanan ke gerbang cisurupan menggunakan pick-up dengan biaya Rp 7.000 / orang, sampai di gerbang cisurupan kami melanjutkan perjalanan ke terminal garut menggunakan angkot dengan biaya Rp 5.000 / orang

sunset

sunset

#14.45 – 22.30 : Terminal Garut – UKI

setelah sampai di terminal garut kami melanjutkan perjalanan ke jakarta dengan menggunakan bus Prima Jasa dengan biaya Rp 35.000 / orang, bus ini lebih nyaman karena AC dan cukup bersih keadaannya. dua orang teman kami turun di ciulenyi untuk mengunjungi keluarganya, sedangkan sisanya langsung menuju jakarta, dan ternyata perjalanan pulang kami tak jauh bebeda dengan berangkatnya, dari nagrek kami sudah berhadapan dengan kemacetan, masuk tol padalarang sampai cikampek kami masih berkutat dengan macet, untung saja bus kami cukup nyaman.

kurang lebih pukul 22.30 kami sampai UKI, kemudian kami melanjutkan perjalan ke kantor untuk mengambil kendaraan kami masing – masing, akhirnya kami pun pulang ke rumah kami masing dengan selamat.

foto – foto perjalanan kali ini secara lengkap dapat dilihat disini

Thx God kami masih diberi kesempatan untuk menikmati keindahan alam yang kau ciptakan, jadikan kami sahabat2 bagi segala ciptaanMu, dan ingatkan kami untuk selalu menjaga alam ini sehingga akan tetap menjadi asri sampai kapanpun

See you in the next adventure…

Find me at
  • Facebook
  • Google Bookmarks

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

No Comment.

Add Your Comment